Pages

22 Juni 2013

POLA TIDUR SEHAT UNTUK BAYI DI BAWAH UMUR 1 TAHUN

Bagaimana Menentukan Pola Tidur Sehat untuk Bayi DiBawah 1 Tahun?

Bagi bayi, tidur merupakan salah satu bentuk adaptasi dengan lingkungan barunya. Udara yang dihirup ketika ia di dalam rahim tentu berbeda dengan udara di lingkungan bebas. Begitu pula dengan cahaya, temperatur, dan kelembaban di sekitarnya.
Selama waktu tidurnya, pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh bayi akan meningkat secara pesat. Bagi bayi, tidur merupakan saat untuk mengumpulkan energi agar proses adaptasi dan metabolisme di dalam tubuhnya berjalan lancar.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan Bayi?
Hal pertama yang harus Ibu ketahui, tidur adalah salah satu kebutuhan utama untuk menjaga kestabilan kesehatan si Kecil. Kekurangan dan kelebihan tidur dapat mempengaruhi kestabilan kesehatannya. Jumlah kebutuhan tidur anak memang bervariasi, salah satunya ditentukan faktor usianya. Untuk lebih jelasnya, yuk cari tahu cara memilah pola tidur sehat berdasarkan urutan perkembangannya:

Pola Tidur Bayi Usia 0 – 3 Bulan

Bayi yang baru lahir memiliki kebutuhan waktu tidur selama 17 – 18 jam sehari pada beberapa minggu pertama kelahirannya dan berkurang secara perlahan hingga 15 jam per hari pada bulan ke-3. Dengan waktu selama 3 – 4 jam setiap kali ia tidur, baik malam ataupun siang hari selama minggu-minggu pertama.

Tips untuk Ibu:

  • Pastikan apakah kondisi popoknya masih kering atau sudah basah.
  • Bayi belum bisa tidur malam dengan jangka waktu yang lama, namun seiring dengan perkembangan usianya, Ibu dapat melatihnya secara perlahan.
  • Bayi hanya dapat beraktivitas selama 2 jam. Perhatikan tanda-tanda yang ditunjukkan bayi ketika ia mengantuk. Misalnya, sering menguap, mengucek-ngucek matanya, atau menangis. Bantulah ia agar segera tertidur. Kepekaan Ibu pasti akan mengenali setiap gerakan yang ditunjukkan oleh bayi.
  • Selama beberapa hari pertama setelah kelahiran, bayi Ibu justru akan terbangun waktu malam ketika Ibu akan tidur. Hal ini sangat normal kok, Bu. Tetapi ketika si Kecil sudah memasuki usia 2 minggu, latihlah ia untuk membedakan malam dan siang hari. Bangunkan ia pada pagi hari sambil membuka tirai dan membiarkan cahaya matahari pagi masuk. Pada malam hari, buatlah suasana kamar menjadi redup.
  • Biarkan si Kecil mengenali waktu tidurnya sendiri. Caranya? Letakkan ia di tempat tidur ketika ia mulai mengantuk, sekalipun matanya masih terbuka. 
  • Bayi yang baru dilahirkan hanya makan dan tidur sepanjang hari. Berilah ASI jika ia terbangun karena lapar waktu malam, namun pastikan lampu tidak menyala terlalu terang ketika Ibu menyusuinya. Hindari kebisingan dan pastikan suasana sekitar tenang selama Ibu sedang menyusuinya.

Pola Tidur Bayi Usia 3 – 6 Bulan

Mencapai usia di atas 3 bulan, umumnya kebutuhan waktu tidur bayi adalah 15 jam sehari, dengan pembagian 10 jam di malam hari dan sisanya 3 jam di siang hari. Ibu masih akan terbangun pada malam hari untuk menyusui, namun sudah tidak sesering ketika usia bayi di bawah 3 bulan. Kemudian, saat usia si Kecil telah mencapai 6 bulan, secara fisik ia sudah mampu tidur sepanjang malam. Kebiasaan tidur bayi sangat tergantung pada pola tidur yang sudah Ibu terapkan pada usia sebelumnya.

Tips untuk Ibu :

  • Menetapkan waktu tidur malam dan siang pada jam yang sama agar pola tidurnya terbentuk. Jam tidur malam yang baik bagi bayi adalah antara pukul 19.30 – 21.00.
  • Jangan biasakan waktu tidur malam melewati jam tidur normal. Bayi Ibu mungkin saja tidak terlihat lelah saat larut malam, namun bila Ibu perhatikan dengan seksama, akan ada tanda-tanda tertentu yang diperlihatkan jika ia melewati jam tidurnya.
  • Rutinitas yang dilakukan dengan urutan yang sama terutama pada waktu tidur malam, misalnya membersihkan badan, memijat lembut tubuhnya, mengganti pakaian, membaringkan di tempat tidur, atau memberikan ciuman selamat tidur, akan membentuk pola tidur si Kecil
  • Jika bayi Ibu cenderung tidur lebih dari 10 – 12 jam setiap malam, bangunkan ia pada pagi hari agar jam biologisnya kembali normal. Bayi perlu mengikuti pola tidur-bangun yang teratur setiap hari.
  • Saat ini bayi harus belajar tidur sendiri, tidak karena ia ditepuk-tepuk, dibelai.
  • Hindari kebiasaan menyusu pada waktu tidur, agar bayi tidak berpikir bahwa waktu menyusu adalah juga waktu tidur. Untuk menyiasatinya, Ibu bisa menambah waktu menyusui di malam hari sebelum tidur. 

Pola Tidur Bayi Usia 6 – 9 Bulan

Bayi pada usia ini biasanya membutuhkan waktu tidur 14 jam sehari dan dapat tidur sepanjang 8 jam sekali waktu. Bayi dapat membagi waktu tidur siangnya menjadi 2 bagian, masing-masing antara 1 – 1,5 jam dan 2 jam setiap hari pada siang dan sore. Ingat ya Bu, waktu tidur yang konsisten akan membantu membentuk pola tidur anak.

Tips untuk Ibu :

  • Sekalipun pada rentang usia sebelumnya Ibu telah menyiapkan beberapa ritual sebelum ia tidur, namun pada usia inilah bayi Ibu mulai mengenali dan terbiasa dengan waktu tidur. Pastikan rutinitas sebelum tidur ini terjadi dalam urutan yang sama setiap malam, agar ia mengetahui bahwa waktu tidur malamnya telah tiba.
  • Dengan memiliki jadwal yang rutin, bukan berarti Ibu tidak bisa mengajak bayi untuk aktif dalam kegiatan tertentu lho! Tetap ajak ia bermain, berjalan-jalan, bahkan berwisata bersama Ibu. Asalkan kebutuhan waktu tidur hariannya terpenuhi.
  • Pada usia ini si Kecil sebaiknya sudah terbiasa tidur sendiri. Jika ia menangis, jangan segera mendatanginya, tunggulah beberapa saat hingga ia tenang sendiri. Atau jika Ibu merasa ia sangat memerlukan Ibu, bantulah agar ia tertidur kembali.
  • Bayi yang sebelumnya tidak memiliki masalah dan gangguan tidur, sangat mungkin suatu waktu mengalaminya. Ia bisa tiba-tiba terbangun pada malam hari, ataupun sulit tidur pada usia ini. Apa penyebabnya? Karena pada waktu inilah bayi Ibu mulai belajar duduk, berguling, merangkak, bahkan mungkin mengangkat tubuhnya untuk berdiri. Terkadang, ia berlatih terlalu keras bahkan ketika waktunya ia harus tidur. 
  • Menyusui si Kecil pada malam hari hanya akan mengganggu tidurnya. Pilih waktu lain untuk menyusui, jauh sebelum waktu tidurnya, atau mintalah suami Ibu menidurkannya, sehingga ia tidak ‘mengendus’ aroma ASI Ibu.

Pola Tidur Bayi Usia 9 – 12 Bulan

Pada usia ini, kebutuhan waktu tidur bayi adalah sebanyak 12 jam, termasuk tidur 2 kali pada siang hari, dengan lama 1,5 – 2 jam. Pastikan kebutuhan tidur bayi terpenuhi karena waktu tidur yang cukup sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang si Kecil. Cobalah untuk komitmen dengan waktu tidur yang telah ditetapkan dan mantapkan langkah-langkah yang telah Ibu tetapkan pada usia sebelumnya.

Tips untuk Ibu :

  • Tetaplah komitmen terhadap waktu dan rutinitas tidur malam. Pastikan agar rutinitas sebelum tidur menyenangkan bagi si Kecil. Misalnya, bila ia tidak terlalu suka mengganti baju, maka tempatkan hal ini di urutan paling atas sebelum kegiatan lain yang menyenangkan untuknya.
  • Jika bayi memiliki rutinitas harian yang dilakukan secara teratur tanpa berubah dari hari ke hari, maka dapat dipastikan si Kecil akan lebih mudah tidur malam.
  • Berikanlah kesempatan pada bayi untuk melatih dirinya tidur sendiri. Jika ia selalu bergantung pada kebiasaan-kebiasaan tidur seperti digendong, ditepuk-tepuk, atau ditemani maka ia akan menangis ketika terbangun di malam hari dan tidak melihat Ibu di sisinya.
  • Kemampuan motorik yang sedang dilatih bayi menyebabkan ia terlalu aktif untuk tidur atau terbangun di malam hari untuk berlatih. Jika ia tidak dapat melakukan sendiri apa yang diinginkannya, biasanya bayi akan menangis. Sebaiknya Ibu tidak menungguinya dan jangan mengajaknya bermain. Biarkan keadaan lampu tetap redup dan bujuk ia agar kembali tidur.
  • Kecemasan karena tidak melihat Ibu ketika ia terbangun (separation anxiety) dapat membuatnya menangis. Jika demikian, hampiri dan sapa si Kecil. Biasanya ia akan segera berhenti menangis.
Membiasakan bayi tidur sendiri setelah usianya mencapai 6 bulan atau lebih, bukan berarti Ibu akan kehilangan saat-saat yang hangat bersama bayi. Dengan mengatur pola tidurnya, bayi akan menjadi lebih sehat dan Ibu bisa meluangkan waktu untuk suami. Perhatian dan komunikasi melalui pembagian tugas antara Ibu dan suami dapat membuat segala kesulitan dalam membesarkan bayi menjadi lebih mudah.
Begitupun dengan komunikasi antara Ibu dan bayi. Meskipun terasa janggal ketika berbicara dengan bayi, Ibu sebenarnya sedang membangun hubungan secara mental. Terkadang, ia bahkan bisa ikut tertawa bila Ibu bahagia dan sedih bila Ibu juga dalam keadaan sedih. Karena tidak ada yang dapat mengerti bayi selain Ibu sendiri, jadi keterikatan secara emosional sangat penting dan perlu dijaga dengan komunikasi yang baik dari Ibu dan suami.

0 komentar:

Poskan Komentar